1) Perhatikan cuplikan teks berikut! Tanam paksa diterapkan secara perlahan mulai tahun 1830 sampai 1835. Menjelang tahun 1840 sistem ini telah berjalan sepenuhnya di Jawa. Pada tahun 1843, padi pun dimasukkan dalam system tanam paksa sehingga tahun 1844 timbul paceklik di Cirebon, Demak, Grobogan yang menyebabkan ribuan rakyat mati kelaparan. Stelah peristiwa tersebut, antara tahun 1850 – 1860 muncul perlawanan secara gencar dari kalangan orang Belanda sendiri seperti L Vitalis (Inspektur pertanian), Dr W Bosch (Kepala Dinas Kesehatan) dan W Baron Van Hoevell (Kaum Humanis) untuk menuntut dihapusnya Tanam Paksa. Selain tokoh tersebut pada tahun 1860 seorang mantan asisten Residen di Lebak Banten yaitu Eduward Douwwes Dekker menulis buku Max Havelaar yang berisi kritik tajam atas pelaksanaan Tanam Paksa yang tidak manusiawi. Dengan kritikan ini perha...
Sepi By : IC Di sudut sebuah ruangan Aku menepi di sebuah warung kopi Menyendiri menikmati secangkir kopi Menyelami setiap peristiwa kehidupan Ketika benturan peradaban masuk dalam larutan emosi jiwa Dalam gerak manusia modern Yang penuh dengan logika Ketika langkah-langkah kaki Mencari suatu identitas diri Ditengah derasnya informasi Keterbukaan bukan keniscayaan Ketika informasi sudah masuk ruang pribadi Dan telah masuk kamar tidur pribadi Harusnya tak ada lagi sepi informasi Tak ada lagi yang buta terhadap informasi Tapi kenapa masih ada rasa sepi Ada yang hilang dalam jiwa Ada yang belum sempurna Masih ada ketidakpastian dalam warna Bukankah kita selalu mengagungkan warna warna itu yang dijadikan medium lukisan Bahkan di dalamnya terdapat narasi Diksi dari bait kata yang kita bikin Wajah-wajah yang kita lukiskan Melalui medium cermin Nampak ada pesan Sampai sejauh mana Kita memahami kehidupan Di era penuh terbuka Biarlah rasa sepi menggelay...
Tema yang sangat menarik dalam kelanjutan KBMN angkatan 28 dengan tema membuat majalah sekolah dengan narasumber Ibu Widya Setianingsih, S.Ag dan moderator ibu Mutmainah M.Pd. Materi wow keren memberikan inspirasi buat kita yang belum mengelelola majalah sekolah. Kebetulan saya di SMAN 25 telah memiliki buletin yang bernama Jistik dikelola oleh anak-anak ekstrakuriler Jurnalistik. Kebetulan penerbitan buletin terkait program pengembangan budaya literasi di lingkungan SMAN 25 Jakarta. Saya selaku koordinator literasi membuat program budaya membaca dan literasi. Materi dimulai dari salam pembuka dari moderator sambil mengenalkan diri,Selamat malam Bapak/Ibu hebat Indonesia yang tergabung dalam kelas Belajar Menulis Gelombang 28. Perkenalkan, saya Mutmainah biasa dipanggil Emut dari Lebak Banten. Alumni peserta Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay gelombang 24 (Januari-Maret 2022). Mulai belajar dari NOL BESAR hingga menghasilkan buku solo (hasil 30 kali pertemuan dengan Na...
Komentar
Posting Komentar