1) Perhatikan cuplikan teks berikut! Tanam paksa diterapkan secara perlahan mulai tahun 1830 sampai 1835. Menjelang tahun 1840 sistem ini telah berjalan sepenuhnya di Jawa. Pada tahun 1843, padi pun dimasukkan dalam system tanam paksa sehingga tahun 1844 timbul paceklik di Cirebon, Demak, Grobogan yang menyebabkan ribuan rakyat mati kelaparan. Stelah peristiwa tersebut, antara tahun 1850 – 1860 muncul perlawanan secara gencar dari kalangan orang Belanda sendiri seperti L Vitalis (Inspektur pertanian), Dr W Bosch (Kepala Dinas Kesehatan) dan W Baron Van Hoevell (Kaum Humanis) untuk menuntut dihapusnya Tanam Paksa. Selain tokoh tersebut pada tahun 1860 seorang mantan asisten Residen di Lebak Banten yaitu Eduward Douwwes Dekker menulis buku Max Havelaar yang berisi kritik tajam atas pelaksanaan Tanam Paksa yang tidak manusiawi. Dengan kritikan ini perha...
Catatan malam Dinginnya udara malam disertai suara jangkrik dan binatang menambah khidmat malam yang aku lalui. Angin sepoy tampak bintang diatas langit bersama rembulan menyinari bumi. Indahnya malam ini memberikan arti adanya kedamaian dan ketentraman dalam setiap sanubari masyarakat. Kemudian suara beberapa anak muda yg sedang bermain gitar dengan melantukan lagi yg merdu.Membuat malam ini tambah syahdu di kehingam malam. Nampak masyarakarakat sudah kembali keperaduannya untuk rehat sejenak meraih mimpi dari aktifitas siang tadi. Kegiatan masyarakat yang sudah kembali beraktifitas setelah rehat 2 bulan lebih karena pandemi covid 19. Masyarakat rehat karena memang untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19. Setelah rehat beberapa bulan pemerintah daerah membuka PSBB transisi dengan melihat indikator penyebaran covid 19 sudah mulai melandai. Tapi jangan lupa walaupun berada ditengah transisi masyarakat tetap menerapkan aturan jaga jarak dan jaga kesehatan serta pakai masker kar...
Dalam buku Sejarah Eropa : Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, peristiwa Reunifikasi Jerman tidak bisa terlepas dari melemahnya kekuatan politik dan ekonomi Uni Soviet pada pertengahan dekade 1980-an. Berikut faktor-faktor pendorong Reunifikasi Jerman: 1. Kegagalan kebijakan Glasnost dan Perestroika di Uni Sovyet Penerapan kebijakan Glasnost (keterbukaan politik) dan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) yang diterapkan Michael Gorbachev pada tahun 1985 tidak mampu membawa dampak positif bagi Uni Soviet dan negara-negara bawahannya. Hal tersebut berdampak pada munculnya semangat masyarakat Jerman Timur untuk melepaskan diri dari Uni Soviet. 2. Pemerintah komunis Jerman Timur yang otoriter Masyarakat Jerman Timur pada masa pendudukan Uni Soviet mengalami banyak kesulitan dalam segi sosial, ekonomi dan politik. Hal tersebut merupakan disebabkan oleh penerapan kebijakan otoriter Uni Sovie...
Komentar
Posting Komentar